Gunjing

Bukan langit pagi yang cerah, andaikan tak ada bayangan yang menemanimu meminum secangkir kopi hangat di pagi hari. Salamku untuk negeriku tercinta dengan keindahan yang luar biasa menghiasi setiap sudutnya. Pagiku penuh harapan, siangku penuh senyuman malamku penuh kenangan.
Untukmu, aku menulis lagi karenamu, ku berkata lagi olehmu, ku bergumam lagi kamu, aku ingin tersenyum dengan tulus padamu. Kumpulan – kumpulan seksama dunia atas alam melahirkan dongeng tentangmu. Masih tentangmu, kamu yang ku tahu. Berkatalah daku andai daku ingin berkata tentangmu, bernyanyilah daku jika daku berangan tentangmu, terbisulah daku kala daku ada dekatmu.
Ceritamu adalah puing kecil yang sulit untuk ku cari lagi. Ceritamu, gading yang tak akan ku dapatkan lagi. Ceritamu, pelangi yang elok tak kulihat lagi. Kamu adalah kamu, cerita masa itu. Kamu adalah kamu, cerita lain waktu.
Dongeng tentangmu untukku, dongeng tentangmu olehku, dongeng tentangmu dariku, dongeng tentangmu hanya kamu. Kamu tokoh utama dalam dongengku tentangmu, dongengku tentang dirimu. Dirimu bukan lain darimu adalah kamu dalam dongengku. Aku adalah aku, penyuka dongengku tentang kamu.
Kamu adalah kata, kamu adalah bagian dari kalimat dalam dongengku. Kamu itu kamu yang bukan aku. kamu adalah aku dalam ceritaku tentangmu. Aku melangkah padamu.

Oleh : DR

Comments