Salam
Sobat, lama banget gak nulis nih... maaf bukannya males nulis, tapi entah kenapa pencarian kembali mood yang nggak pulang-pulang agak susah. Hari ini dia kembali, moodnya udah kembali, dan InsyaAllah nulis lagi. Nggak usah terlalu serius...
Relawan dalam pemikiran banyak orang pasti banyak pengertian. Dalam istilah umum yang di dengar relawan atau volunteer ini dikenal sebagai orang yang nolong tanpa pamrih... serius? saya ingin berbagi cerita tentang beberapa hal yang telah saya alami beberapa waktu saat saya tidak muncul lagi dalam tulisan-tulisan saya. Saya sedang berkelana masuk keluar organisasi dan kegiatan, kalau orang Jakarta bilang "Ngapain?" hahaha, bukan satu hal yang penting sebenarnya tapi bagi saya ini penting (piye toh mbulet ae -Java).
Selama setahun terakhir saya merasa terpanggil ke dunia kerelawanan yang bukan tidak adalah sosial. Menurut saya kita dari kecil dikenalkan bahwa "Manusia adalah makhluk sosial" yang artinya jika kamu tidak memiliki jiwa sosial kamu bukan manusia. Relawan adalah manusia yang sesungguhnya manusia, kenapa? karena mereka benar-benar mempelajari sosial dalam setiap hal yang mereka jalani. Sosial di sini bukan hanya menolong, tapi juga berbaur, beradaptasi, berkontribusi dalam lingkungan ataupun dalam kelompok manusia lainnya.
Relawan bukan orang yang tulus menolong, tapi mereka lebih dari itu. Mereka ada dalam keterpaksaan dari hati mereka. Apa maksudnya? maksud saya hati mereka yang super tulus itu teah memaksa mereka untuk berbuat hal-hal baik dalam jiwa kerelawanan. Mereka bukan utusan Tuhan yang langsung mendapat perintah, tapi Tuhan memerintahkan hati mereka untuk menggerakkan jiwa mereka. Jika dipikir-pikir, mana ada sih orang yang habisin duit, tenaga, waktu dan banyak hal yang mereka punya untuk satu hal yang menurut orang awam mereka itu tidak mendapat keuntungan apapun. Hahahaha hanya relawan yang bisa menjawabnya, mereka bukan mencari pujian, uang dan penghormatan lainnya, tapi sebagian besar dari mereka lebih bahagia melihat orang lain bahagia. Siapa orang lain itu? orang yang mereka tolong.
Namun terkadang orang memandang relawan adalah orang yang mengambil keuntungan dari apa yang mereka lakukan, entah itu ketenaran atau pujian dan bahkan di beberapa waktu lalu seseorang berkata pada saya "relawan itu enak ya, dateng kadang-kadang, nolong orang, dapet duitnya gede". Saya lupa orangnya tapi saya masih ingat betul apa yang dia katakan namun saya tidak tahu atas dasar apa dia mengatakan itu. Beberapa orang berasumsi dari apa yang mereka dengar dan bukan dari apa yang mereka teliti atau ketahui sendiri.
Teralu rumit untuk menjelaskan relawan itu apa tapi ada quote yang saya suka dari Pak Anies Baswedan "Relawan tidak dibayar bukan karena tidak bernilai, tapi karena tak ternilai".
Saya bukan orang yang pintar menutup tulisan, tapi saya minta komentar, saran dan kritikan. Satu kalimat dari saya "Minta maaf nggak harus nunggu berbuat salah, dan nggak perlu nunggu ditolong orang buat bilang terima kasih".
Salam
-DR
Pagiku Penuh Harapan,
Siangku Penuh Senyuman,
Malamku Penuh Kenangan,
-Odhy
Relawan dalam pemikiran banyak orang pasti banyak pengertian. Dalam istilah umum yang di dengar relawan atau volunteer ini dikenal sebagai orang yang nolong tanpa pamrih... serius? saya ingin berbagi cerita tentang beberapa hal yang telah saya alami beberapa waktu saat saya tidak muncul lagi dalam tulisan-tulisan saya. Saya sedang berkelana masuk keluar organisasi dan kegiatan, kalau orang Jakarta bilang "Ngapain?" hahaha, bukan satu hal yang penting sebenarnya tapi bagi saya ini penting (piye toh mbulet ae -Java).
Selama setahun terakhir saya merasa terpanggil ke dunia kerelawanan yang bukan tidak adalah sosial. Menurut saya kita dari kecil dikenalkan bahwa "Manusia adalah makhluk sosial" yang artinya jika kamu tidak memiliki jiwa sosial kamu bukan manusia. Relawan adalah manusia yang sesungguhnya manusia, kenapa? karena mereka benar-benar mempelajari sosial dalam setiap hal yang mereka jalani. Sosial di sini bukan hanya menolong, tapi juga berbaur, beradaptasi, berkontribusi dalam lingkungan ataupun dalam kelompok manusia lainnya.
Relawan bukan orang yang tulus menolong, tapi mereka lebih dari itu. Mereka ada dalam keterpaksaan dari hati mereka. Apa maksudnya? maksud saya hati mereka yang super tulus itu teah memaksa mereka untuk berbuat hal-hal baik dalam jiwa kerelawanan. Mereka bukan utusan Tuhan yang langsung mendapat perintah, tapi Tuhan memerintahkan hati mereka untuk menggerakkan jiwa mereka. Jika dipikir-pikir, mana ada sih orang yang habisin duit, tenaga, waktu dan banyak hal yang mereka punya untuk satu hal yang menurut orang awam mereka itu tidak mendapat keuntungan apapun. Hahahaha hanya relawan yang bisa menjawabnya, mereka bukan mencari pujian, uang dan penghormatan lainnya, tapi sebagian besar dari mereka lebih bahagia melihat orang lain bahagia. Siapa orang lain itu? orang yang mereka tolong.
Namun terkadang orang memandang relawan adalah orang yang mengambil keuntungan dari apa yang mereka lakukan, entah itu ketenaran atau pujian dan bahkan di beberapa waktu lalu seseorang berkata pada saya "relawan itu enak ya, dateng kadang-kadang, nolong orang, dapet duitnya gede". Saya lupa orangnya tapi saya masih ingat betul apa yang dia katakan namun saya tidak tahu atas dasar apa dia mengatakan itu. Beberapa orang berasumsi dari apa yang mereka dengar dan bukan dari apa yang mereka teliti atau ketahui sendiri.
Teralu rumit untuk menjelaskan relawan itu apa tapi ada quote yang saya suka dari Pak Anies Baswedan "Relawan tidak dibayar bukan karena tidak bernilai, tapi karena tak ternilai".
Saya bukan orang yang pintar menutup tulisan, tapi saya minta komentar, saran dan kritikan. Satu kalimat dari saya "Minta maaf nggak harus nunggu berbuat salah, dan nggak perlu nunggu ditolong orang buat bilang terima kasih".
Salam
-DR

Comments
Post a Comment