Festival Relawan

Nice To Meet You....
Salam
Pagiku Penuh Harapan,
Siangku Penuh Senyuman,
Malamku Penuh Kenangan,
-Odhy

Hari ini tanggal 18 Desember 2016 kami turut serta dalam kegiatan Festival Relawan Nasional, Penggagasnya masih sama seperti Bulan Relawan Nasional. kami, siapa aja ini? Masih bersama tim penyusup Antoni, Amalia, Kak Nisya dan satu tamu Anis. Hari ini Yulia batal ikut karena ada kegiatan, Rifal juga batal ikut karena ada urusan yang sangat penting. Semoga kami tetep Have Fun.
Seperti yang sudah-sudah, Kakak Nisya jadi yang pertama datang (Maafkan kami yang selalu telat...). Udah ngumpul, ngapain lagi kalau nggak foto... hehehe...

Kami masuk ke Panel Satu tentang Profesional jadi relawan, aku nggak mungkin nyeritain utuh semua tapi aku melihat antusias yang luar biasa di sini. Oh iya aku ketemu temen Komunitas Daur Bunga, agak lupa namanya tapi pas udah ngecek di IG namanya Handayani (Maafkan Kakak aku lupa). Sedikit berbincang tentang kegiatannya sekarang lalu kembali fokus ke acara yang awalnya agak membosankan ini. Panel adalah diskusi, ada empat pembicara yang berasal dari background masing-masing. Satu kata yang bisa ku ambil dari ini "WHY" tanyakan mengapa pada diri sendiri sebelum memulai sesuatu.

Panel satu selesai, kami keluar karena memang tidak ikut serta dalam panel dua dan tiga. Kami menuju ke pojok tempat ini, sebuah taman yang terpapang kain putih dengan tulisan "Stop Perkawinan Anak". Sedikit tergelitik dengan tulisannya, Stop Perkawinan Anak? #Kataku . Kami mulai berbincang dengan komunitas yang memiliki kampanye ini, dan dia mengatakan "Masih banyak banget Mas, bukan cuma di luar Jawa di Jawapun masih ada, kemarin kami dapat data itu di daerah Rembang masih ada". Cukup miris sebenarnya, kami ikut serta dalam cap warna serta memberikan beberapa wejangan dalam bentuk tulisan. Aku tertarik pada satu tulisan "Generasi Muda Berprestasi, Bukan Memberi Asi" - Yeni.
Kami berpindah ke depan untuk membeli makan (Amal sih yang makan) dan tampak dari kejauhan, Kelapa muda cukup menggoda. Tanpa banyak mikir, es kelapa muda satu gelas habis dalam sekejap. NB : Makasih Kak Nisya, Es Kelapa mudanya dibayarin... sering-sering ya....

Lanjut ke lokasi acara, berkunjung ke setiap boot untuk mencari tau kegiatan mereka. Kami cukup lama berhenti di boot milik Sekolah Relawan (SR), entah kenapa aku begitu tertarik. Oh iya SR adalah lembaga yang mengadakan DLT, apa itu DLT? DLT adalah pelatihan penanggulangan bencana. Sedikit mencari tau tentang acara mereka dan ya, mereka luar biasa. Mereka punya foodbox untuk dhuafa dan diskusi untuk umum bulanan rutin di Depok. Dan ada hal lain "Journalist Voluteer" itu menjadi daya tarik tersendiri.

Lanjut ke acara kelas 2 tentang Bahasa Isyarat. Komunitas TULI mengajak kami ke dunia mereka, mereka begitu asik membawakan acaranya. Banyak candaan muncul dan sebuah pandangan kami di ubah "Jangan gunakan kata Tuna Rungu, tapi Tuli". Bersyukurlah dalam hidup apapun itu, karena kita begitu bruntung hingga sekarang ini.

Lanjut ke acara kelas 3, hari ini tentang penanganan henti jantung dari @Stayingalive di sini kita belajar Resusitasi Jantung Paru (RJP). Risiko kematian henti jantung sangat tinggi dan banyak korban meninggal karena tidak adanya penanganan awal yang sesuai. Memompa RJP ada ritmenya, temen-temen @stayingalive bilang ritmenya sama kayak lagu staying alive. 30 kali tekanan di dada, lanjut 2 kali nafas buatan. Tidak sembarangan caranya, harus mengerti. follow aja IGnya @stayingaliveofficial.

Belajar itu tidak selalu di bangku sekolah, belajar itu bisa di mana aja. Belajar ada kalanya kita dari kehidupan kita sendiri dan sebuah petuah lama "guru terbaik adalah pengalaman".

Salam

Jangan lupa tinggalkan komentar












Comments