Keluar atau memupuk… ? Mending mati

Assalammualaikum….
Selamat Malam para pemikir…… Smile
 

Pagiku penuh harapan, siangku penuh senyuman, malamku penuh kenangan…. Smile
Sobat, Aku ingin menuangkan sebuah pemikiranku tentang apa yang ku lihat, dengar, rasakan. Sebuah hal yang tak boleh berlarut dan pantang untuk ditanamkan pada generasi penerus. Kalian pasti pernah punya masalah kan? kalian pasti pernah berada di titik terendah dalam hidup anda yang bisa dibilang penuh masalah. Apa sih masalah itu? Menurut saya pribadi, ujian dari Allah pada hamba-Nya untuk dinilai oleh orang lain dan bisa/ dapat diambil hikmah darinya. Apa kalian masih ingat ujian terberat anda? (jangan jawab ujian Matematika, Bahasa Inggris dll….Open-mouthed smile)
Pernah aku berbincang dengan seorang teman, aku bercerita tentang banyaknya orang yang dulunya kehidupannya sulit, namun kini dapat tersenyum lebar dengan kemapanan yang dia dapat. Menurut saya pribadi, mereka selalu berusaha untuk berpikir solusi bukan hanya pasrah dan berusaha nyaman dengan masalah yang dihadapinya. Apakah kalian pernah berpikir, banyak dari kita berusaha nyaman dengan masalah yang ada bukan berusaha keluar dari lingkaran hitam penuh masalah.
Ada hal yang janggal menurut saya ketika seseorang ditanya “Mengapa anda tidak pindah dari tempat ini? ini kan langganan banjir?” menurut anda, bagaimana cara mereka menjawab “kita sudah biasa dengan banjir seperti ini, kita sudah tinggal di sini puluhan tahun, paling – paling beberapa hari lagi banjir juga akan surut”. Hal yang membuatku tercengan ketika dia berkata “Sudah biasa”… Apa mereka sudah nyaman tinggal dengan masalah (banjir), ini masalah, ini butuh solusi, kalian harus keluar dari lingkaran hitam ini, Kalian harus berpikir solusi yang tepat. Iya kalau satu, dua, tiga hari… kalau seperti jaman Nabi Nuh? kalian tetep bilang “SUDAH BIASA”. Mungkin aku sengaja ambil contoh kejadian yang tak sengaja sering kulihat di berita – berita televisi.
Ada dalam hidup ini lingkaran masalah yang mestinya kita atasi. Bagaimana para penemu menemukan berbagai alat yang kini dapat kita gunakan dengan nyaman. Apa kalian juga berpikir, kita tidak ditakdirkan hidup sendiri, apa kalian tidak melihat keluarga kalian, anak-anak kalian? apa kalian juga akan mendidik anak-anak kalian untuk nyaman dalam masalah anda dan nyaman pula dalam masalah mereka masing - masing. Lingkaran hitam yang tak akan pernah terhapus andaikan kita tak pernah berusaha menghapusnya, lingkaran hitam yang akan semakin pekat andaikan kita masih tetap membiarkan masalah itu menjadi sesuatu yang nyaman dalam hidup kita. Orang jawa bilang “Kriwikan dadi grojogan” – sesuatu (masalah, kesuksesan, kebahagiaan dll) yang besar berasal dari yang kecil.
Di daerahku sendiri sebenarnya aku masih melihat bagaimana mereka nyaman dengan kehidupan yang ada. Kehidupan yang selalu berputar gitu-gitu aja tanpa adanya perbaikan yang besar. Petani, sawah, bibit, pupuk dan air itu satu kesatuan. Salah satu tak ada, kehidupan bercocok tanam tak mungkin berjalan. Dan satu maslah besar yang hingga kini ada di desaku adalah AIR. Bagaimana mungkin air yang merupakan salah satu kebutuhan vital bagi petani sangat sulit didapat saat musim panas. Bahkan sawah sering tampak seperti lapangan bola atau tanah gersang tanpa pernah diurus. Menurutku, Pemerintah daerah (TUBAN) seharusnya menciptakan solusi dengan melakukan pengeboran untuk mencari sumber air. Apa mungkin di kedalaman 100 meter air masih sulit? Apa APBD masih kurang hanya untuk mengebor sawah. Apa takut jika sudah jadi terus ada pompa air, pompa airnya cepet rusak? Aku tahu betul bagaimana petani akan berterima kasih andaikan itu benar – benar ada.
Bahkan seorang buta warna bukan tak mungkin menjadi Grafisman/ Grafiswoman. Apa kalian pernah berpikir bagaiman kehidupan seorang buta warna? Banyak dari mereka punya skill tapi banyak perusahaan bahkan beberapa instansi pemerintah menelantarkan mereka tanpa memberikan kesempatan mereka untuk seleksi dalam ujian. Apa kalian pernah berpikir? tak seorangpun ingin hidup dalam buta warna, banyak cercaan, banyak hinaan, banyak hal yang tak mungkin mereka kerjakan. Surat Keterangan Tidak Buta Warna, sebuah surat kematian yang membuat mereka tak diterima bekerja di berbagai tempat atau bahkan belajar selayaknya orang normal lainnya. Lalu apa kalian berpikir orang buta warna akan minder? Kalian salah besar andaikan kalian berpikir seperti itu. “ketika seseorang terdesak akan suatu masalah dalam hidupnya yang membuat dirinya mesti keluar dalam masalah itu, saat itulah otaknya bekerja hingga batas kemampuan yang tak pernah diduga sebelumnya” – Argumen Odhy.
Berpikir adalah solusi, “Buta Warna bukan kematian, buta warna sengaja di ciptakan Allah untuk mereka, karena sesungguhnya mereka tak pantas menjadi pekerja, tapi mereka adalah BOSnya”. Wah ceritanya mulai kemana – mana nih…. hehehe…. Smile
Bagaimana kita harus hidup sebagai manusia yang telah diciptakan berpasangan dan saling membutuhkan adalah saling menghormati, menghargai, toleransi dan mencintai apa yang ada. Jangan pernah mengeluh dengan apa yang diberikan Allah, namun Berterima kasihlah dengan tulus. Allah tak pernah ingkar janji, Allah tak pernah lupa namun kitalah yang sering lupa untuk berterima kasih, kitalah yang sering ingkar dengan janji yang pernah kita ucapkan.
#Maaf jika ada salah dalam perkataan, dan lain hal. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih… Smile
Wassalammualikum Wr Wb

Comments